Latest News
Jumat, 01 Maret 2019

Syekh Ahmad Al-Misry: Jangan Putus Asa

Syekh Ahmad Al-Misry.[ist]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Para Jama'ah yang dimuliakan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala, uhibbukum jami'an fillaah, saya mencintai kalian semua karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta'ala senantiasa pertemukan kita di dunia dalam taat, dan di Akhirat di Surga-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin. Senang sekali berjumpa dan memandang wajah-wajah penghuni surga-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sesudah sebulan tidak jumpa dengan penghuni surga-Nya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Tapi yang saya sayangkan ketika saya berada di sini banyak yang datang, ketika saya pergi banyak yang pada pergi juga. Saya perginya ke Mesir khawatir kalian perginya ke Puncak. Mudah-mudahan In Syaa Allah saya berada di Masjid atau tidak Kajian tetap Berjalan. Guru-Guru yang lebih Mulia daripada saya, yang lebih Berilmu daripada saya in syaa Allah senantiasa hadir mengisi kajian di hari Senin malam Selasa di sini, maka harapan saya kepada para Jama'ah semuanya jangan meninggalkan majelis karena orang. Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam wafat itu tidak berhenti di situ, terus berjalan dan terus kita mendekatkan diri kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. 

Ketika saya berada maupun tidak berada kalian terus mengaji, terus mempelajari agama Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa karena ilmu itu tidak terbatas pada seseorang, ilmu itu ada di manapun, dan guru manapun yang kita bisa mengaji sama beliau selama aqidahnya lurus, aAjarannya tidak mengajarkan hal-hal yang menyesatkan aqidah, aAgama kita In Syaa Allah kita tetap belajar kepada siapapun selama tidak menyimpang dari Syari'at Islam. 

Yang jomblo-jomblo ini rajin Liburan hampir sebulan khawatir terjadi apa-apa, bukan apa-apa khawatir pada nikah In Syaa Allaah mudah-mudahan.

Maka para jama'ah yang dimuliakan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa in syaa Allaah di malam hari ini masih banyak hadiah yang saya bawa dari Mekkah, bawa hadiah dari Mesir dan banyak pertanyaan, mudah-mudahan kalian bisa menjawab. Yang gak bisa menjawab dibawa pulang lagi hadiahnya in syaa Allaah. 

Tema malam ini kebanyakan di antara kita sangat-sangat membutuhkan karena rasa putus asa adalah salah satu kendala terbesar dalam kehidupan kita. Kita sebagai hamba Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa kadang-kadang sudah lama kerja di manapun kadang-kadang setahun gak dipanggil, sudah berusaha untuk mendekati perempuan untuk ta'aaruf dan menikah ternyata tidak diizinkan oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.

Banyak di antara adirin hadirat maupun jama'ah yang menonton nanti mengalami banyak kesulitan yang belum dapat rizki, belum dapat jodoh, yang masih sakit, yang orang tuanya belum berubah, yang dalam dirinya belum hijrah, banyak mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Saya ingin sukses tetapi belum. Saya ingin berbakti kepada orang tua ternyata belum diberi kesempatan oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Saya ingin anak saya menjadi anak yang baik shaleh shalehah ternyata belum saya mendapatkannya. 

Inilah salah satu kendala besar yang membuat seorang hamba tidak berusaha kembali seperti lubang yang besar ketika jatuh di dalam lubang tersebut kita merasa lemah dan tidak berdaya kembali, sedangkan orang yang jatuh di dalam lubang dia akan berusaha bangkit dalam waktu yang singkat dengan power energi yang kuat untuk bisa meneruskan perjalanan agar tidak jatuh di lubang yang sama. 

Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam sudah jelaskan, "Orang Mu'min tidak digigit dari lubang yang sama dua kali."

Dia sudah memasuki Jarinya di lubang tersebut digigit, dimasuki jari lagi, itu membuktikan bahwa orang tersebut tidak cerdas, maka banyak di antara kita ingin berhasil dan banyak yang ingin keberhasilan dalam waktu singkat, gak mungkin. 

Maka dalam sebuah Sya'ir mengatakan : 
"Jangan Mengira bahwa sebuah Kesuksesan dan Keberhasilan itu seperti Kurma yang kita Makan. Engkau tidak akan Merasakan Keberhasilan kecuali engkau Merasakan Pahitnya Hidup."

Kalau kita Melihat Orang-Orang yang Kaya itu mungkin Kaya karena Korupsi bisa jadi betul, jangan ikut campur yang itu. Maka bisa jadi karena Uang Haram, dan bisa jadi karena dia Susah Payah mendapatkan Uang tersebut. Lalu Orang dalam Susah Payah mendapatkan Harta, dia akan Berusaha Menjaga Harta tersebut. Seribu Rupiah pun dia akan Menjaganya, tapi kalau yang Haram dia akan Menghambur-hamburkan Uang, maka itu gak akan Abadi, gak akan Kekal, gak ada Keberkahannya. Kenapa? Karena mendapatkannya dengan Mudah. 

Orang kalau Merasakan Kesulitan dalam Beribadah dia pasti mendapatkan Pahala lebih Besar dari Orang lain, berbeda dengan Orang yang dalam Kemudahan. Kita Shalat di Indonesia beda dengan Orang yang Shalat di Amerika. 

Para Jama'ah yang Dimuliakan oleh Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, banyak Orang yang sudah Merasakan bahwa dia sudah Gagal berkali-kali Mencoba ternyata belum Berhasil. Salah. Kita kadang-kadang Ngaji sama Guru di Mesir ditolak sama Beliau. Saya gak punya Waktu. Tetapi kita Merasa tidak Gagal untuk terus-menerus Mendatangi Beliau. Oh saya ingin Belajar. Oh saya gak punya Waktu kata Beliau. Sampai kita Dimarahin, Diusir tetap kita mau Belajar. Karena ke mana kita Pergi? Sampai kita Shalat Malam Minta sama Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Lembutkan Hati Beliau biar punya Waktu. 

Dan banyak begitu 'Ulama seperti Imam Malik bin Anas Radhiyallaahu 'Anhu. Beliau itu Mendidik Muridnya kadang-kadang mereka datang untuk Belajar Diusir. Kenapa? Waktu Istirahat Beliau gak mau kasih ke Orang karena sebagai Manusia butuh Waktu Istirahat. Seperti Imam Syafi'i ketika Pertama kali datang ke Imam Malik. Beliau bawa Surat dari Walikota Mekkah dan membawa Walikota Madinah. Berarti Surat dari Walikota Mekkah plus membawa Walikota Madinah. Ketika Imam Syafi'i datang kepada Imam Malik membawa Walikota Madinah dan membawa Surat, kata Beliau apa? Saya ingin Belajar dengan Imam Malik. Usia Beliau antara 17 - 20 Tahun. Beliau belum Kenal Imam Malik itu siapa? Walikota sangking Takutnya sama 'Ulama, kalau sekarang kebalik 'Ulama Takut sama Pemerintah. Astaghfirullah jangan ikut campur Soal itu. Maka kata Walikota Madinah kamu minta saya Berjalan di Malam Hari dari Kota Madinah ke Mekkah tanpa Alas Kaki lebih Ringan aku Berdiri di depan Rumah Iman Malik. Yassalam. 

Begitu Takutnya dengan 'Ulama. Kenapa? 'Ulama gak begini. 'Ulama punya Izzah yang dibawa dalam Dirinya. Gak pernah Merendahkan Ilmu yang dia miliki untuk siapapun dan untuk alasan apapun gak mau. Akhirnya Imam Syafi'i bilang ke Walikota Madinah Perintahkan aja dia datang. Wah elu gak tahu siapa Imam Malik Perintahin aja suruh datang. Ana datang ke Rumahnya aja Merasa Hina. Walikota Ngomong gitu. Kata Imam Syafi'i yaudah gimana Solusinya? Kata Walikota Madinah yaudah Besok dia datang abis Ashar tapi sama Rombongan yang Besar, bisa jadi Beliau Malu sama kita. 

Datang mereka abis Ashar. Yang keluar bukan Imam Malik, yang datang itu padahal Pelayan, Khadim, atau Pasukan daripada Walikota Madinah. Akhirnya yang keluar Pembantu Beliau. Keluar kata Walikota Madinah Kabarkan kepada Tuanmu bahwa aku ada di luar. Tuh Walikota yang Ngomong. Pembantu tutup Pintu masuk lagi ke dalam. Kalau di Arab itu gak Sopan, kalau ada Tamu gak boleh tutup Pintu gak Sopan. Dia tutup Pintu masuk lagi ke Rumah Imam Malik. Imam Malik memberikan Penjelasan keluar Ngomong sama dia, padahal dia udah tahu kalau yang nungguin Imam Malik ini Walikota di luar. 

Akhirnya ketika Pembantu keluar apa kata Beliau? Hei Fulan, kalau mau Bertanya Tulis Pertanyaanmu di Lembaran Kertas saya kasih Imam Malik, dia jawab saya bawa keluar. Kalau gak mau Bertanya mau Belajar kamu sudah tahu Majelis Beliau kapan kamu Pergi. Diusir sama Pembantu Walikota. Coba apa yang terjadi di Zaman Now? Neraka Al-Jahim langsung. 

Walikota Madinah Merasa aku Dihina banget. Pergi diusir sama Pembantu. Kata Beliau apa? Tolong masuk ke dalam sampai ke Tuanmu aku sedang bawa Surat Penting dari Walikota Mekkah. Saya bawa Surat dari Beliau, aku gak dianggap sebut aja Walikota Mekkah. Imam Malik ketika dengar Pembantu Menyampaikan dia bawa satu Kursi. Pas Ana baca Kisahnya dikira Kursinya buat Walikota, ternyata bukan Imam Maliknya. Sesudah Imam Malik keluar kata Imam Syafi'i aku Melihat Orang yang Badannya Besar, Jenggotnya Besar, Wibawanya Luar Biasa, aku sampai Ketakutan. Lalu Beliau Duduk di Kursi, Walikota Berdiri. Yassalam. 

'Ulama gak pernah begini sama mereka, maka aku Dihina. Siapapun gak bisa Menghina saya karena Hidup saya dari Pekerjaan saya. Kemudian Imam Malik keluar langsung Imam Syafi'i samperin Beliau langsung Sampaikan bahwa aku ini dari Quraish, begini begini, aku ingin Belajar dengan Antum. Kamu dari mana? Saya Fulan dari Quraish. Kemudian Imam Malik cuma Memandang Imam Syafi'i. Imam Syafi'i masih Kecil 17 - 20 Tahun. Imam Malik Memandang Imam Syafi'i ke mari sebentar. Wahai Syafi'i, aku Melihat ada Cahaya di Hatimu jangan Padamkan dengan Maksiat. Besok kamu datang bawa Qari'. Qari' dulu itu Orang yang Bacaanya Pintar. Kita Orang-Orang Dulu kalau Ngaji bawa Qari' kita di sebelahnya. 

Kata Imam Syafi'i aku mampu baca, aku yang Membaca. Datang Imam Syafi'i Besok abis Ashar, ternyata Buku Imam Malik sudah dihafal langsung Imam Syafi'i sebelum ketemu Imam Malik. Imam Syafi'i Anak Yatim gak punya Uang. Imam Syafi'i Radhiyallaahu 'Anhu karena sangking Susahnya dia Pinjam Buku itu 9 Malam dihafal. Yah namanya gak punya Uang gimana? Gak ada Pilihan Beli atau Hafal. Beli gak mampu, apa yang dilakukan? Hafal. 9 Malam Hafal 2.000 lebih Hadits. 9 Malam, kita 9 Malam apa? Cinta satu Malam. Padahal Cinta satu Malam itu beda Artinya kalau kita Teliti tuh Bahaya. 

Akhirnya kata Imam Syafi'i aku sudah Hafal di luar Kepala. Ajib Imam Malik Kaget. Ini Orang belum pernah Ketemu saya tapi sudah Hafal Buku saya. Kan Cerdas tuh. Langsung dia baca di depan Imam Malik. Imam Malik Kagum dengan Bacaannya tidak ada Kesalahan dalam Bacaan. Sampai beberapa Hari langsung Khatam di depan Imam Malik. Sampai Imam Malik itu Kagum dengan Imam Syafi'i. Ternyata Pendiri Mahdzab dan Penerus Mahdzab yang lain. Belajar kepada Imam Malik, Belajar kepada Murid-Murid Imam Abu Hanifah di Iraq, lalu punya Mahdzab sendiri Radhiyallaahu 'Anhu. 

Beliau tidak Merasa Gagal ketika Diusir, Ditolak, tetapi Beliau Berusaha untuk Membuktikan bahwa Diri saya ini mampu untuk Menjadi Orang yang Berhasil, untuk menjadi Orang yang Sukses. Tapi jangan kira Sukses itu dalam Semalam, Sehari jadi. Gak bisa. Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa mampu Ciptakan Langit dan Bumi dalam Hitungan Detik bisa, tetapi Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Ciptakan Bertahap. Kenapa? Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Mendidik kita Bersabar dalam suatu itu harus Perlahan dan Pelan-Pelan agar menjadi Indah dan Sempurna.

Maka ketika kita menuju kepada Keberhasilan jangan Merasa anda langsung ke Puncak. Gak gampang. Kalau ke Puncak ini naik Mobil sampai, tapi Puncak yang lain belum. Kenapa? Karena butuh Proses, butuh Waktu untuk kita Memperbaiki apa yang kita Salah lakukan dulu. Banyak Orang yang punya Kesalahan, dan dari Kesalahan dia Belajar. Banyak Orang begitu. Keceplosan Ngomong jadi Kesalahan, dan dari Kesalahan bisa Belajar, dan itu menjadi Pelajaran Berharga buat kita karena tanpa Kesalahan gak akan kita bisa Maju, gak bakalan kita bisa Dekat dengan Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. 

Jangan Mengira ketika engkau Mundur satu Langkah lalu engkau menjadi Lemah. Tidak. Kalau Orang yang Pemanah itu apa yang dia lakukan agar Panahnya itu agar Kuat gimana? Ditarik ke mana? Mundur. Maka kita perlu sekali-kali Mundur ke belakang agar Tembakannya Kencang, agar ketika kita Maju ke depan benar-benar Berhasil. 

Jangan Mengira ketika engkau Gagal dalam satu Hal bahwa engkau Gagal Total. Katakan pada Dirimu bukan karena Nasib saya Buruk, tetapi Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa belum Mengkehendaki Kebaikan untukku. Ketika engkau tidak Berhasil dalam satu Usaha, satu Pekerjaan, dalam satu Sekolah, atau apapun itu, jangan Mengira engkau Gagal Total. Harus Berpikir bahwa engkau ini hanya Orang yang cuma sementara, dan bukan Nasib anda Buruk. Tuh aku sudah Lamar sana, Lamar sini gak ada Panggilan. Jangan katakan Nasib anda Buruk, tetapi katakan bahwasanya Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa belum Mentakdirkan yang Terbaik untukku. 

Kadang-kadang Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Menguji kita agar Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Memperlihatkan Orang-Orang yang di sekitar kita. Orang yang dulu Penjilat sama kita ketika kita punya Harta mereka Memuji Tepuk Tangan, ketika kita Miskin mereka bilang Good Bye. Wassalam. Banyak begitu, maka nampaknya Teman kita dalam Perjalanan dan dalam Kesulitan. Dalam Perjalanan Safar bisa tahu mana Teman yang Baik, mana Teman yang Buruk. Karena dalam Perjalanan hanya membutuhkan Sahabat-Sahabat di sekitar kita, maka jika anda ingin Mengetahui Teman-Teman Baik dan Teman-Teman Buruk dalam Perjalanan, Khususnya Perjalanan Jauh. Kenapa? Dompet kita bisa Hilang, kita bisa Jatuh Sakit, siapa yang akan Menolong dan Menbantu kita? Hanya Orang-Orang yang Setia pada kita, hanya Orang-Orang yang Sejati buat kita, hanga Orang-Orang yang Baik buat kita. Hanya Teman Sejati buat kita. 

Kalau kita dalam Kesulitan Maaf kita bisa tahu kita angkat Telpon, kita Hubungi mereka. Hei Fulan, aku lagi butuh Uang benar-benar lagi Operasi Anakku. Dia kalau benar-benar Teman Terbaik dia akan Menolong kita walaupun dia dalam Kesulitan. Banyak kita mendapati Orang dia sendiri dalam Kesulitan ketika Orang lain minta Pertolongan dia selalu Membantu kita. Kalau kita punya Permasalahan jangan ganti Prinsipmu, tapi ganti Cara Hidupmu. Kalau Pohon ini Gugur, yang Gugur apa? Daunnya apa Akarnya? Dia ganti Daun apa Akarnya? Daunnya. Gantilah Cara Hidup kita agar kita bisa Memahami segala-galanya, agar kita bisa Melangkah ke depan. Pohon tidak pernah Merubah Akarnya, tetapi dia selalu Merubah Daunnya. 

Daun itu adalah apa? Cara kita Hidup. Kadang-kadang kita bawa Uang atau kita bawa Kunci. Kalau kita bawa apa? Kunci betul? Betul. Kalau segepok Kunci itu Isinya 10 dalam Gantungannya, lalu kita sudah berkali-kali Mencoba dalam Pintu tersebut gak bisa. Jangan-jangan Kunci yang Terakhir itu adalah yang Membuka Pintu. Maka kalau susah coba Cara A, B, C, dan seterusnya jangan Gagal, jangan Menyerah karena Syaithan mau Manusia Menyerah. 

Maka Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa sudah Berpesan dalam Q.S. Yusuf yang tadi dibaca oleh Qari' dan dibaca dalam Shalat Raka'at Kedua. 

يَٰبَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ (87)

"Hai Anak-Anakku, pergilah kamu, maka carilah Berita tentang Yusuf dan Saudaranya dan jangan kamu Berputus Asa dari Rahmat Allaah. Sesungguhnya tiada Berputus Asa dari rahmat Allaah, melainkan Kaum yang Kafir."
(Q.S. Yusuf : 87)

Karena Nabi Ya'kub 'Alaihis Sallam sudah yakin Nabi Yusuf 'Alaihis Sallam suatu Waktu akan kembali lagi, sedangkan mereka sudah bawa Pakaiannya Yusuf sudah kena Darah sudah mengatakan Serigala sudah Memakan Yusuf. Ternyata Nabi Ya'kub 'Alaihis Sallam ada Feeling Kuat dalam Hatinya bahwa suatu Waktu Yusuf akan kembali padanya. Beliau tidak pernah Menyerah. Ternyata Yusuf bisa kembali kepada Nabi Ya'kub 'Alaihis Sallam. 

Jangan suka memberika Kupingmu pada Seseorang karena tidak ada satupun Orangpun yang ingin kamu lebih Berhasil daripada dia, kecuali dua : 
1. Orang Tua kita. 
2. Guru kita. 

Ustadz Yusri punya banyak Murid di Sekolah maupun di luar, saya yakin di antara Murid Beliau sudah Berhasil dan Sukses, mungkin lebih Terkenal dibanding Ustadz Yusri. Mungkin Guru SD punya Murid sudah menjadi Menteri. Gurunya gak Dikenal tapi Muridnya Dikenal betul apa tidak? Kan sudah Menteri. Itulah Guru Mendidik Anak untuk menjadi Orang yang Berhasil dan tidak pernah Menyerah. Kalau dia Kikir Ilmu gak Mendidik dengan sebenarnya. Maka Murid gak akan Berhasil menjadi Menteri, menjadi Presiden, menjadi Pengusaha dan yang lain, tapi Guru adalah Orang yang Tulus disebut dengan Murabbi.

Murabbi adalah yang Mendidik. Yang kedua Orang Tua kita. Orang Tua kita ingin kita lebih Berhasil daripada Beliau, sedangkan Manusia yang lain gak mau. Maaf dengan Setulus apapun Hati kita, Susah Hati kita Menerima Orang lain lebih Sukses daripada kita, lebih Berhasil daripada kita, kecuali Anak kita sendiri. Ketika Anak kita Berhasil menjadi Orang Kaya, kita sebagai Petani, Anaknya menjadi Guru Menceritakan Teman Beliau di Lombok Orang Tuanya Sederhana. Walaupun Sederhana, Tempat dia Makan Mahal. Subhaanallaah. Ini Orang Petani Anaknya sudah Berhasil menjadi Guru. Bayangkan Orang Tuanya gak pernah Iri dengannya. 

Sampai dikatakan dalam sebuah Kata Arab apa? Pepatah Arab mengatakan : 
"Saya Sumpahin Anak saya, tapi saya Benci Orang yang Mengaamiinkan Do'a saya."

Betul enggak? Kita Sumpahin Anak kita kadang-kadang sampai Kebun Binatang keluar semua, Taman Mini, Taman Safari, dan yang lain keluar semua. Tetapi saya Benci yang Mengaamiinkan Do'a saya. Misalkan Anak saya Mati. Aamiin. Kenapa tuh Orang? Karena Do'anya bukan dari Hati. Maka di balik itu pasti ada Keberhasilan. 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya sesudah Kesulitan itu ada Kemudahan." (Q.S. Al-Insyirah : 5)

Apalagi Yakin yang Mengatur segala-galanya siapa? Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Kalau Rizkimu, Hartamu, Uangmu ada di Tangan Orang Kaya semua kita gak akan Hidup, tapi Rizki kita sudah Diatur siapa? Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Kita naik Pesawat sampai ada yang Tiduran, sampai ada yang Mimpi bawa ke sana ke mari dia gak tahu Pilotnya Pintar apa Bodoh? Dia gak tahu nanti Pilot pas Take Off 10 Menit jatuh ke Laut. Karena ini Pesawat Odong-Odong. Hilang Kontak. Odong-Odong gak ada Kontak benar kan? Dan itu Permasalahan yang sama kenapa Manusia mau Memilih Lubang yang sama, sedangkan sudah berkali-kali ada Kecelakaan ada Permasalahan. Karena tidak mendapat Pelajaran dari yang sebelumnya. 

Maka ketika kita naik Pesawat kita tidak pernah Memikirkan malah Santai, ada yang dengar Musik, ada yang Nonton Film betul? Betul. Padahal yang Ngatur siapa? Manusia. Kita Hidup di Dunia yang Ngatur Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa tapi masih Khawatir. Ada yang bilang saya membutuhkan Uang supaya Anak saya gak memerlukan Pertolongan Orang. Jangan Mikirin Anak, Mikirin Diri sendiri dulu. Engkau bisa kumpulkan Uang sebanyak-banyaknya berikan ke Anak, lalu Anakmu itu tidak Berhasil. Anakmu itu bisa Gagal Total. Kenapa? Karena Kesalahan Dirimu sendiri. Kita kumpulkan Uang sebanyak-banyaknya lalu tidak berikan Bimbingan buat Anak kita gak Kenal Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Uang itu digunakan yang Haram. 

Ada Orang yang ditanya Anakmu berapa? Cuma satu. Umurmu berapa? 8 Tahun. Hartamu berapa? 50 Juta. Padahal udah Kaya, Anaknya lebih dari satu, ketika ditanya kenapa engkau Bohong? Aku tidak Bohong. Umurku 8 Tahun karena baru 8 Tahun yang lalu aku Mengenal Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Anak saya cuma satu Anak Angkat. Anak itu saya berikan Biaya di Pesantren dan ternyata lebih banyak Mendo'akan saya dibanding Anak saya sendiri. Saya punya Uang Milyaran Rupiah tapi Anak saya sendiri, saya merasa yang lebih Bermanfaat adalah 50 Juta yang saya Sumbangkan ke Masjid. Kadang-kadang kita kumpulkan semua yang ditanya kita, ternyata yang Menikmati yang lainnya. 

Banyak Pengantin yang Pakaiannya yang sudah Diatur sedemikian Indah, tetapi sudah dibawa ke Pemakaman. Di Mesir atau di beberapa Negara Timur Tengah terjadilah Peristiwa ini. Terjadilah Pengantin tersebut Meminta agar Beliau itu diberikan Kesempatan sebelum memakai Pakaian Pengantin dan di Make Up dia Shalat 2 Raka'at. Ternyata ini 2 Raka'at Terakhirnya. Dia dalam Sujud Meninggal Dunia, sedangkan Pestanya sudah Diatur, Penyanyinya sudah Diatur, segala-galanya. 

Maka itu jangan Putus Asa dari Rahmat Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa karena kita sebagai Hamba Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Yakin Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa Mengatur yang Terbaik untuk kita. Kadang-kadang kita Minta sama Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, lalu kita Menghilang karena sudah dapat apa yang kita inginkan. Banyak yang minta Jodoh, udah dapat Hilang gak Shalat lagi. Banyak yang minta Usahanya Berhasil, tetapi ketika Usahanya sudah Berhasil malah Menghilang gak ada lagi. 

Maka dalam sebuah Atsar Jibril mengatakan :
"Ya Rabb, Fulan minta kepada-Mu, dia Rajin Sedekah, dia Rajin Shalat Malam, dia Rajin Berinfaq. Kata Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa wahai Jibril biarkan dia karena Aku Senang Mendengar Suaranya."

Maka kalua kita dapat yang kita inginkan Menghilang. Banyak Orang Rajin Sedekah kenapa? Dia punya Usaha, kalau sudah Sukses Usahanya baru dia Menghilang Shalat Malam. Banyak Orang kalau lagi Ramadhan datang ke Masjid terus kayak Calon Anggota DPR, Pilpres, dan semua Calon itu. Kalau sudah mau Calon cari Dukun, kalau sudah Gagal cari Ustadz. Artinya apa? Cari Setan dulu, kalau sudah gak Berhasil baru cari Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, sedangkan kalau bersama Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa kita Yakin Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang Mengatur segala-galanya. 

Orang yang Putus Asa bukan menjadi Dorongan untuk lebih Bagus, malah menjadi Penghalang untuk Melangkah lebih Bagus lagi. Mudah-mudahan kita semua tidak Putus Asa dari Rahmat Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Nanti In Syaa Allaah di Pertemuan yang akan datang kita akan Bahas lebih dalam tentang jangan Menyerah, kita harus senantiasa Mendekatkan Diri kita kepada Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Tidak Menyerah untuk Putus Asa dari Rahmat Allaah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Mudah-mudahan apa yang saya Sampaikan ada Manfaatnya. Wallah a'lam bi alshowab,[]

Tulisan ini merupakan tausyiah Syeh Ahmad Almisry di Masjid Permata Qalbu,  Perumahan Permata Mediterania, Jalan Ruby Garden Raya, Pos  Pengumben, Jakarta Barat
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Syekh Ahmad Al-Misry: Jangan Putus Asa Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com