![]() |
| Sarwan Kelana, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Muda. |
RADARINDONESIANEWS.COM, PEKANBARU - Adanya Kasus Pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Kepulauan
Meranti, yang begitu mengenaskan Oleh oknum aparat penegak Hukum
Kepolisian Meranti menewaskan alm Adi yang tidak wajar.
Menanggapi hal itu, Tokoh Muda Kabupaten Meranti Bung Sarwan Kelana angkat bicara terkait persoalan yang memanas dan mengencam di kabupaten Meranti.
"Kita sangat menyayangkan dengan ulah oknum Polisi yang sudah melanggar hukum. Masak tahanan udah ditembak, Kok babak belur kayak gitu bukan malah di obati tapi malam tewas, ada apa ini? Perlu untuk diotopsi dan digali terus kenapa bisa seperti itu?" tanya Sarwan Kelana, ketika di wawancarai, Sabtu, (27/8/2016)
Lebih lanjut ditegaskan oleh Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesi Muda (ICMI Muda) Kota Pekanbaru itu, dirinya meminta Kapolri agar dapat memberi sangsi tegas kepada oknum Kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap tersangka.
"Sekali lagi kita tegaskan kepada Kapolri agar kasus yang terjadi di Kabupaten Meranti ini dapat di selesaikan dengan seadil adilnya dan harus tegas terhadap anggotanya, bila perlu dipecat saja oknum-oknum yang terlibat di dalam kejadian ini." pintanya.
Putra kelahiran Selatpanjang itu mengecam tindakan oknum Polisi yang berbuat sesuka hatinya terhadap Korban.
"Kita kan sama sama tahu kalau polisi itukan melindungi, melayani dan mengayomi. Ini kan jargonnya polri, tapi kalau ini sudah dikangkangi tentu ini hanya menjadi sebuah jargon kosong yang jauh dari kenyataan. Faktanya kita melihat polisi banyak menggunakan kekuatan otot. Inilah yang terjadi di Meranti dan mengakibatkan bentrok dengan masyarakat." terangnya.
Terakhir Sarwan mengatakan kalau Kapolri tidak tegas, maka persoalan yang serupa akan terus terjadi di negeri ini, oleh karena itu Kapolri memang memiliki andil besar untuk merubah semua ini.
"Memang Kapolri itu sendiri yang harus turun dan tegas dengan para anggotanya. Kalau ingin Indonesia Aman dari Bentrokan." tutup putra Meranti itu. (Sar/fury).
Menanggapi hal itu, Tokoh Muda Kabupaten Meranti Bung Sarwan Kelana angkat bicara terkait persoalan yang memanas dan mengencam di kabupaten Meranti.
"Kita sangat menyayangkan dengan ulah oknum Polisi yang sudah melanggar hukum. Masak tahanan udah ditembak, Kok babak belur kayak gitu bukan malah di obati tapi malam tewas, ada apa ini? Perlu untuk diotopsi dan digali terus kenapa bisa seperti itu?" tanya Sarwan Kelana, ketika di wawancarai, Sabtu, (27/8/2016)
Lebih lanjut ditegaskan oleh Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesi Muda (ICMI Muda) Kota Pekanbaru itu, dirinya meminta Kapolri agar dapat memberi sangsi tegas kepada oknum Kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap tersangka.
"Sekali lagi kita tegaskan kepada Kapolri agar kasus yang terjadi di Kabupaten Meranti ini dapat di selesaikan dengan seadil adilnya dan harus tegas terhadap anggotanya, bila perlu dipecat saja oknum-oknum yang terlibat di dalam kejadian ini." pintanya.
Putra kelahiran Selatpanjang itu mengecam tindakan oknum Polisi yang berbuat sesuka hatinya terhadap Korban.
"Kita kan sama sama tahu kalau polisi itukan melindungi, melayani dan mengayomi. Ini kan jargonnya polri, tapi kalau ini sudah dikangkangi tentu ini hanya menjadi sebuah jargon kosong yang jauh dari kenyataan. Faktanya kita melihat polisi banyak menggunakan kekuatan otot. Inilah yang terjadi di Meranti dan mengakibatkan bentrok dengan masyarakat." terangnya.
Terakhir Sarwan mengatakan kalau Kapolri tidak tegas, maka persoalan yang serupa akan terus terjadi di negeri ini, oleh karena itu Kapolri memang memiliki andil besar untuk merubah semua ini.
"Memang Kapolri itu sendiri yang harus turun dan tegas dengan para anggotanya. Kalau ingin Indonesia Aman dari Bentrokan." tutup putra Meranti itu. (Sar/fury).



0 komentar:
Posting Komentar